Balikpapan, JCS — Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan menggelar acara Panggung Gembira yang diselenggarakan oleh PR IPMPutra periode 2025–2026 dengan motto “Satu Panggung, Sejuta Kenangan, Warisan untuk Masa Depan”
Acara ini dihadiri oleh para santri, guru, serta keluarga besar pondok pesantren. Sejumlah tamu kehormatan turut hadir, di antaranya Kepala Bagian Kepengasuhan Putra dan Putri, Kepala Bagian Keamanan Pondok Pesantren, Kepala Sekolah SMP dan SMA Pondok Pesantren Al-Mujahidin, serta jajaran Majelis Pembimbing Santri.
Acara dibuka dengan grand opening kolaborasi lintas angkatan yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia. Tarian dari berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa, dan Sulawesi disuguhkan dengan penuh kekompakan, kostum yang memukau, serta gerak yang selaras dengan iringan musik daerah. Penampilan ini berhasil menciptakan suasana spektakuler dan langsung memikat perhatian seluruh hadirin.
Selanjutnya, acara dipandu oleh tiga MC dengan bahasa yang berbeda, yaitu Bahasa Indonesia oleh Muhammad Farhan, Bahasa Inggris oleh Fazrul Iman, dan Bahasa Arab oleh Ashabul Kahfi. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fawwaz Abdurrahim, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional dan Mars IPM. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Muhammad Rafi’ul Hanin, yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ustaz Akhmad Syaifullah selaku Kepala Kepengasuhan Putra menegaskan bahwa panggung gembira merupakan wadah ekspresi santri, sementara pimpinan pondok pesantren yang diwakili Ustaz Rimun menyampaikan bahwa santri mampu berkembang tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga seni dan kreativitas. “dengan agama hidup akan terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan seni hidup menjadi indah.”
Deretan penampilan kemudian mengisi malam panggung gembira, mulai dari nasyid, drama fantasi berjudul 3 Bulan, tari Timur Tengah, Tari Bujang Ganong, Tari Banten, dance Arab bernuansa humor, hingga Tari Wonderland. Acara ditutup dengan penampilan spesial PR IPM Putra 2025–2026 yang membawakan lagu “Nafasmu Untukku” dan “Pondokku Sak Lawase”, lalu diakhiri dengan doa oleh Achmad Jefry.
Secara keseluruhan, acara ini sukses menyampaikan pesan toleransi, kerja sama, dan kreativitas santri, sebagaimana disampaikan Ustaz Ahmad Syaifuddin bahwa semangat serta kerja keras santri menjadi hal paling berkesan dalam pelaksanaan Panggung Gembira tahun ini.

